Membincang Bisnis Melalui Kelompok Master Mind

By madurejo

(Catatan dari diskusi kelompok komunitas TDA Joglo)  

MM4_TDA-Joglo

(Foto dari kiri ke kanan : Ichsan, Huda, Djoko, Yusuf, Memetz)

Pengantar :

TDA adalah kependekan dari Tangan Di Atas, yaitu sebuah jaringan komunitas bagi para pengusaha dan calon pengusaha yang ingin saling memberi. Sesuai dengan namanya, “tangan di atas” adalah perlambang dari seorang “pemberi”, berarti yang memberi penghasilan atau gaji (kepada karyawan), yang berarti juga yang memberi ilmu (kepada sesama), yang memberi manfaat (pada orang banyak). Maka anggota komunitas TDA adalah para pengusaha dan calon pengusaha yang mempunyai usaha, yang berminat mengembangkan usaha dan yang ingin mengetahui informasi peluang dan perkembangan usaha (bisnis).

Salah satu media yang digunakan “hanya sebagai alat” untuk berkomunikasi adalah milis (mailing list). Milis ini mempunyai misi untuk menjadi sarana berbagi (sharing) dan komunikasi bagi para pengusaha, calon pengusaha atau pengusaha pemula untuk bersama-sama membuka pasar, menjalin kerja sama dengan produsen, mencari alternatif dukungan finansial dan saling membimbing.

Dalam perkembangannya, agar komunikasi lebih efektif, maka dibentuk kelompok diskusi yang lebih kecil berdasarkan kawasan geografis dimana anggota atau aktifitasnya berada. Salah satu diantaranya adalah TDA Joglo atau Tangan Di Atas daerah Jogja – Solo dan sekitarnya yang dibentuk pada tahun 2007. Awalnya TDA Joglo dibentuk sebagai bagian dari komunitas TDA yang dibentuk di Jakarta oleh Bapak Roni Yuzirman pada tahun 2006 yang pada saat ini sudah mempunyai lebih 1.850 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia sampai ke manca negara.

Dalam perkembangannya kini, TDA Joglo tidak hanya berkonotasi georafis untuk mewadahi kegiatan bisnis anggotanya di daerah Jogja – Solo dan sekitarnya saja. Embel-embel “joglo” berarti bangunan tradisional Jawa yang melambangkan sebagai pelindung atau wadah bagi segenap anggotanya yang merasa memiliki ikatan emosional kedaerahan khususnya wilayah Jateng – DIY (tidak dalam pemahaman yang eksklusif dan fanatis). Diharapkan komunitas ini dapat berkembang di daerah-daerah sehingga akan semakin menguatkan jaringan kerja antar anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia dan manca negara.

Istilah-istilah yang sering digunakan dalam komunitas ini, antara lain :

  • TDA (Tangan Di Atas, adalah sebutan bagi mereka yang sudah sepenuhnya menjadi pengusaha, tidak perduli seberapa besar atau kecilnya skala usaha atau bisnisnya).
  • TDB (Tangan Di Bawah, adalah sebutan bagi mereka yang masih berprofesi sebagai orang gajian, pegawai/karyawan, tidak perduli seberapa besar atau kecilnya perusahaan tempatnya menerima gaji atau seberapa besar gaji yang diterimanya).
  • Amfibi (sebutan bagi mereka yang menjalankan fungsi ganda antara sudah TDA dan masih TDB).

——-

Hari Minggu yang lalu, 9 Maret 2008, bertempat di rumah saya di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta, telah diadakan sebuah pertemuan kecil yang disebut dengan Master Mind (MM). Ini adalah kelompok kecil terdiri kurang dari 10 orang. Ada beberapa kelompok kecil yang dibentuk di bawah TDA Joglo yang berujuan agar diskusi dapat lebih fokus dan efektif. Dalam forum kecil inilah segala macam informasi atau permasalahan yang dimiliki atau dialami oleh anggota kelompoknya dapat didiskusikan bersama dan dipecahkan untuk dicarikan solusinya secara bersama pula.

Bagaikan sebuah keluarga, maka setiap orang merasa tidak sendirian dengan permasalahan usaha atau bisnis yang sedang dihadapinya, melainkan ada anggota keluarga lain yang membantunya. Kesuksesan yang sedang diraih oleh salah seorang anggota pun adalah kesuksesan bersama sehingga dapat menjadi motivator bagi anggota yang lain dalam mengembangkan usahanya.  

Pertemuan Master Mind yang diadakan di rumah saya itu adalah pertemuan pertama bagi kelompok ke-4 dari Master Mind di wilayah Jogja, maka sebut saja kelompok ini dengan Master Mind 4 (MM4) TDA Jogja.

Anggotanya ada mas Memetz (seorang yang telah berpengalaman di bidang manajemen minimarket dan menekuni art & craft, masih berstatus amfibi), mas Djoko Mukti (seorang pengrajin tas berbahan natural yang baru saja banting setir dari TDB menjadi TDA), mas Ichsan Santoso, (seorang pengusaha toko swalayan dan grosir pakaian bernama “Manfaat Fashion”), mas Huda (aktif di dunia cetak-mencetak, masih berstatus TDB), dan saya sendiri yang tiga tahun lalu banting setir menjadi TDA dan lalu membuka usaha toko ritel bernama “Madurejo Swalayan”. Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri mas Bams Triwoko (penggiat TDA Joglo yang tak kenal lelah memotivasi warganya, yang juga adalah pemilik berbagai bidang usaha).

Di antara beberapa topik yang didiskusikan dalam peremuan awal MM4 TDA Jogja ini adalah berbagai hal terkait dengan bisnis toko swalayan atau toko ritel. Dari sharing tentang pengalaman menjalankan bisnis toko ritel, maka berbagai masalah dan kendala yang selama ini sering dihadapi lalu diangkat sebagai topik diskusi. Banyak masukan-masukan sangat positif dan berharga dari para anggota MM4 TDA Jogja tentang bagaimana seharusnya atau sebaiknya hal itu ditangani dan dicarikan solusinya.

Bagi saya yang sedang merintis dan mengembangkan usaha toko “Madurejo Swalayan”, tentu saja bisa banyak belajar dari pengalaman dan semangat sedulur-sedulur muda yang telah menunjukkan semangat kewirausahaan yang sungguh luar biasa.

Rasanya pertemuan yang (padahal) sudah berlangsung hampir lima jam, tidak cukup untuk membahas berbagai hal. Waktu berlalu begitu cepat. Itu karena setiap kalimat yang diketengahkan sepertinya menjadi sangat berharga, sehingga menjadi tidak membosankan. Lebih berarti lagi dengan diselingi suguhan teh jahe, gorengan, nasi goreng dan bakmi.

Komitmen perlu dimantapkan, bahwa pertemuan pertama ini (Insya Allah) akan bersambung dengan pertemuan-pertemuan berikutnya dengan mengangkat berbagai topik dan permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya untuk dicarikan jalan keluarnya, termasuk berbagai peluang yang dapat digali untuk dikembangkan.

Semoga pertemuan pertama MM4 TDA Jogja ini menjadi langkah awal yang baik, seperti halnya “spirit” yang sudah dibuktikan oleh anggotanya untuk menuju rumah saya di Umbulharjo yang ternyata alamatnya rodo angel golek-golekane (agak susah dicarinya) di saat sore menjalang petang di bawah cuaca hujan deras. Hanya karena motivasi yang tinggi saja yang menjadikan pertemuan pertama MM4 TDA Jogja jadi berlangsung, meski hujan turun sangat deras dan listrik sempat padam di awalnya.

Maka, “Madurejo Swalayan” siap untuk berkembang lebih cepat seiring dengan karep-nya yang punya toko, bukan sekedar membangun bisnis kecil-kecilan, melainkan dengan visi besar-besaran. Insya Allah… God Speed…     

Umbulharjo – Jogja, 10 Maret 2008
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , , , ,

9 Tanggapan ke “Membincang Bisnis Melalui Kelompok Master Mind”

  1. Penggemar Forex Berkata:

    Informasinya bermanfaat sekali, tapi kok anggotanya udah punya usaha semua ya? :(

  2. madurejo Berkata:

    Tidak semua anggotanya adalah pengusaha. Makanya ada istilah anggota yang masih TDB (masih berstatus karyawan) dan ada Amfibi (sudah ber-dwifungsi, masih sebagai karyawan tapi sudah merintis berwirausaha).

    Kalaupun sudah pengusaha, kebanyakan adalah pengusaha-pengusaha muda yang sedang merangkak dan merintis bisnisnya dari nol (pulsa, bengkel, IT, pakaian, pelatihan, minimarket, makanan, souvenir, dan segala macamnya).

    Siapa saja yang memiliki jiwa enterpreneurship, dipersilakan bergabung. Milis, hanyalah sebagai sarana.

    Terima kasih & salam sukses

  3. Rendy Berkata:

    Saya tertarik dengan kelompok ini, terutama dengan mas Memetz yang statusnya amfibi, karena posisi saya yang sama. Sudah satu setengah tahun buka toko komponen elektronik dan listrik, tapi juga menjalani profesi bagian maintenance pabrik industri besi selama 14 tahun. Kalau mungkin saya mau tanya, bagaimana membagi waktu antara dua kepentingan, dan kapan bisa tahu waktunya berhenti TDB. Mohon diberi saran.

  4. madurejo Berkata:

    Untuk mas Memetz, coba kunjungi blog ybs. (klik ke link dalam teks di atas), Anda bisa diskusi langsung. Lebih jauh tentang TDA (baik yang di Jakarta, maupun Joglo) silakan explore ke situs masing-masing (klik ke link dalam teks di atas).

    Saya lihat langkah “bisnis” Anda tinggal perlu mengembangkannya, untuk itu cobalah bergabung dengan komunitas ini. Saya yakin Anda akan memperoleh “energi” tambahan untuk melakukan percepatan dan langkah terobosan.

    Tentang membagi waktu, sebenarnya setiap orang punya kondisi dan karakteristik berbeda. Kemudian tentang kapan berhenti TDB, tergantung kepada “kemantapan” dan “keberanian” kita untuk memutuskan, secara terencana dan terukur. Berada dalam komunitas (TDA, dll sejenisnya), akan sangat membantu untuk menemukan sendiri jawaban atas bagaimana dan kapan. Karena di sana kita tidak merasa sendirian, melainkan bersinergi dengan orang yang mempunyai visi sama.

    Segera “Take Action”, jangan berhenti pada pertanyaan-pertanyaan yang seringkali menghambat langkah kita. Terima kasih dan salam sukses untuk Anda.

  5. Ide Bisnis Berkata:

    saya senang dengan keberadaan komunitas ini.. sukses

  6. fayo Berkata:

    aslmlkm..salamn sukses,

    mas yth, saya seorang mahasiswa di jogja. kebetulan lagi cari-cari ide dan masukan tentang buka usaha…saya pengen ikut2 ngumpul komunitas TDA ini, kalo di Jogja ngumpulnya di mana mas? ada ageenda tetapnya g mas biar saya bisa langsung ikut. terima kasih sebelumnya.

    salam berkarya, berprestasi dan berbagi

    wassalamualaikum

    fayo

  7. madurejo Berkata:

    Mas Fayo,
    Selama ini memang belum ada agenda tetap untuk kumpul-kumpul (meskipun acara dadakan semacam ini sering dilakukan spontanitas). Ada baiknya coba gabung ke milis TDA-Joglo, disana banyak teman untuk “sharing” tentang kewirausahaan (kawan-kawan yang berada pada frekuensi yang sama). Dengan senang hati kawan-kawan akan menerima kehadiran Anda. Selamat bergabung. Salam.

  8. Ari Firstyawan Berkata:

    Saya sangat tertarik dengan kelompok yang mas2 dirikan ini, karena membawa manfaat bagi usaha pemula seperti saya, perkenalkan mas, nama saya ari asal asli saya dari Surabaya, tetapi saya sudah mulai ada usaha di Jogya sekitar 3-4 tahun ini. Saya bergerak pada bidang produksi alat-alat swalayan dan department store (rak Gondola, meja kasir, trolley, rak pakaian dll). Saya berminat gabung dengan kelompok TDA, selain saya bisa menambah wawasan, teman, bisa tukar pikiran dan mungkin saya juga bisa sedikit memberi pengalaman2 yang saya miliki selama ini.
    Kalau boleh tahu alamat di Jogya untuk kelompok ini, lalu apa ada pertemuan rutin untuk saling ketemu dan tukar pikiran, kalau ada saya ingin hadir.
    Oke, mas selamat dan sukses untuk kelompok ini, semoga Indonesia di penuhi dengan wirausahan muda yang perpandangan luas.

    Terima kasih

  9. madurejo Berkata:

    @ Mas Ari:

    Terima kasih email Anda. Senang sekali saya memperoleh teman baru seperti Anda. Tentang TDA wilayah Jogja, coba lihat-lihat ke: http://www.tdajoglo.com/. Kemudian untuk tahu lebih banyak tentang kegiatan TDA, bagusnya kalau Anda gabung saja ke milisnya : Subscribe: tda_joglo-subscribe@yahoogroups.com.

    Teman-teman di TDA tentu sangat menyambut kehadiran Anda. Pertemuan-2 informal seringnya memang di rumah Pak Bambang di Pringwulung, tapi sering juga beraktifitas berpindah-pindah. Semua info itu biasanya diposting di milis. Selamat bergabung. Salam.

Tinggalkan Balasan