(Catatan dari pertemuan komunitas Wikimu di Jogja)
Pengantar :
Wikimu adalah media citizen journalism dimana siapa saja dapat dan boleh mengirimkan atau memposting tulisan tentang apa saja.
Hari Jum’at, 7 Maret 2008 yang lalu, bertempat di Museum Batik Yogyakarta, Jl. Dr. Sutomo 13A, telah dilangsungkan pertemuan informal bagi Wikimuers (demikian sebutan untuk anggota komunitas Wikimu). Forum ini merupakan forum silaturrahim (istilah gaulnya, kopi darat) bagi segenap Wikimuer yang tinggal di seputaran kota Jogja, yang selama ini hanya saling mengenal melalui tulisan dan komentar-komentarnya di situs Wikimu.
Dari sekitar 80an orang warga Wikimu yang tinggal di seputaran Jogja dan sekitar 140an Wikimuers yang tinggal di kawasan Jateng-DIY, ternyata acara Wikimu Gathering kemarin hanya dihadiri oleh 14 orang Wikimuers. Dari redaktur Wikimu telah diwakili oleh mas Bayu Wardhana dan mbak Melani Laksmono.
Agaknya timing pelaksanaannya rada kurang pas dan terlalu mendadak, sehingga banyak warga Wikimu yang pamit berhalangan tidak bisa hadir. Maka dengan tanpa mengurangi tujuan dari diadakannya agenda gathering ini, beberapa pokok bahasan, saran dan aneka masukan telah diperbincangkan dan didiskusikan dengan serius tapi santai, sehingga banyak hal-hal positif yang dipandang pantas untuk dipertimbangkan oleh redaksi Wikimu untuk ditindaklanjuti.
Sesuai sebutannya, maka acara ini memang dirancang untuk ngobrol-ngobrol santai sambil bertukar pikiran dan berbagi pengalaman tentang media Wikimu dan bagaimana media ini akan melangkah ke depan.
Saya hadir di forum ini sebagai salah seorang warga baru Wikimu yang kebetulan sedang menggeluti dunia kewirausahaan dan hobi tulis-menlis, maka bagi saya forum ini bisa menjadi sarana untuk mencari inspirasi, membangun jejaring, memperbanyak relasi dan saluran “pelampiasan” untuk menebar tulisan.
Masih terkait dengan dunia kewirausahaan, saya telah melobi Pemimpin Redaksi majalah “Wirausaha & Keuangan” agar berkenan membagi gratis majalahnya kepada yang hadir dalam forum Wikimu Gathering (dihaturkan terima kasih kepada Mas Isdiyanto, Pemred majalah WK). Meski bukan majalah edisi terbaru, namun kontribusi ini tentu akan menambah wawasan dan memancing inspirasi bagi pembaca barunya, yaitu warga Wikimu yang hadir.
Di antara sekian topik yang diperbincangkan, salah satunya adalah tentang bagaimana mendorong dan merangsang semangat masyarakat untuk mau dan berani mengemukakan pemikirannya melalui tulisan.
——-
Berani Dulu, Benar Kemudian
Agaknya ungkapan “berani karena benar” tidak berlaku dalam semangat tulis-menulis. Sebagian dari kita setuju bahwa sejak masih sekolah di SD atau SMP kita kurang dirangsang untuk melakukan aktiftas tulis-menulis. Bahkan menulis buku harian atau agenda pribadi pun tidak setiap orang bisa dengan mudah melakukannya.
Ketika masih sekolah dulu, guru bahasa Indonesia yang “ex-officio” sebagai guru mengarang (baca : membuat tulisan) seringkali tanpa disadari malah “menakut-nakuti” muridnya dengan menyodorkan aturan tata bahasa yang ketat, sehingga murid-muridnya menjadi takut untuk menulis. Takut disalahkan tata bahasanya. Takut disalahkan gaya bahasanya. Takut dianggap lucu hasil karya tulisnya. Maka akhirnya, murid-muridnya pun menjadi takut menulis, bahkan sekedar menuliskan ungkapan perasaannya (kecuali surat cinta karena yang tahu hanya aku dan dia saja, betapapun ndeso-nya surat cinta, pasti akan tertulis begitu indahnya……..).
***
Terobosan harus dilakukan. Wikimu telah menjadi fasilitator untuk langkah terobosan itu. Wikimu telah menjadi media yang disediakan kepada siapa saja yang mau dan berani menulis. Menulis tentang apa saja. Tentu ada batasan-batasan dan etika yang normatif dan berlaku umum terkait dengan “apa saja” itu.
Berani dulu, benar kemudian. Itulah ungkapan yang kiranya pas mewakili sebagian pokok bahasan dari apa yang tersirat dalam pertemuan informal dalam forum Wikimu Gathering di Jogja.
Beberapa Wikimuers juga menyampaikan berbagai kendala kenapa jarang atau tidak pernah mengirim tulisan ke Wikimu. Salah satu sebabnya antara lain mereka terkadang merasa gojak-gajek (ragu-ragu) atau takut atau malu atau “lebih baik tidak jadi dikirim saja”.
Saya pikir, sebaiknya lupakan dulu hal-hal yang seringkali menjadi sebab tidak jadi mengirim tulisan itu. Pokoknya, berani menulis dulu. Lalu dikirimkan ke redaksi Wikimu. Baru kemudian dikaji tentang benar, baik, pas, indah atau menariknya. Mungkin hanya apabila tulisan itu berkategori berita atau warta (yang adalah berlandaskan fakta), maka harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selebihnya, berani dulu, benar kemudian. Benar dalam pengertian tentang perbahasaannya, antara lain tata bahasa, logika cerita, susunan kalimat, dsb.
Sekedar ilustrasi, bahwa masalah tata bahasa seringkali menjadi hal yang salah kaprah bagi sebagian dari kita. Sekedar contoh salah kaprah adalah penggunaan di dan ke antara kapan sebagai awalan (sehingga harus disambung dengan kata yang mengikuti) dan kapan sebagai kata depan (sehingga harus ditulis dipisah dengan kata yang mengikuti). Sebab, kalimat “Pak Lurah sedang sembahyang di langgar” tentu berbeda maknanya dengan “Pak Lurah sedang sembahyang dilanggar“.
Hanya saja, perlu dipahami bahwa bukan berarti lantas berani terus-terusan tanpa mau mempelajari tentang bagaimana yang benar. Nanti judul tulisan ini menjadi : “Berani dulu, salah terus-terusan…..”.
Setiap penulis tetap memiliki kewajiban untuk belajar dan belajar, karena tidak ada seorangpun yang digaransi tanpa pernah melakukan kesalahan. Meski demikian, hendaknya jangan lalu menjadi tidak mau atau tidak berani menulis.
Ada baiknya juga belajar dari resepnya mas Mimbar Saputro (seorang sahabat Wikimuer) : Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Biarkan editor pusing tujuh keliling, penulis tetap mengirimkan artikelnya…. (hanya perlu dijaga agar editornya jangan sampai jengkel karena terlalu sering harus ngedat-ngedit tulisan kita…..).
Selamat menulis, dan jangan lupa mengirimkan tulisannya ke Wikimu.
Yogyakarta, 10 Maret 2008
Yusuf Iskandar
Tag: bahasa, citizen journalism, Jogja, komunitas, museum batik, tulisan, wikimu