Menuju Madurejo 2 : Menyusun Grondola

Hari Minggu ini terpaksa saya tidak kemana-mana, sebab sudah dijadwal sama boss-nya “Madurejo Swalayan” (baca : istri saya) untuk membantu mengatur dan menyusun grondola atau rak-rak toko. Pekerjaan ini menjadi penting artinya karena toko yang dimaksud adalah toko baru sebagai cikal bin bakal dari serial persilatan bisnis wartel (warung ritel) Madurejo Swalayan jilid 2 atau sebut saja Madurejo 2, sebuah usaha minimarket atau toko swalayan yang berlokasi di kawasan Bintaran, kecamatan Mergangsan, Yogyakarta.

Padahal hari ini sebenarnya ada acara penting di Klaten, yaitu rapat persiapan Milad 2 (Ultah Ke-2) komunitas TDA Joglo (Tangan Di Atas untuk wilayah Jogja, Solo dan sekitarnya). Terpaksa saya absen tidak hadir di rapat TDA Joglo, ya karena ada “terpaksa” lainnya yaitu memenuhi jadwal yang sudah diatur boss saya itu tadi. Ngrumangsani (menyadari) bahwa beliau sudah saya tinggal kluyuran selama tiga minggu ke Tembagapura, Papua, maka saya merasa tidak enak untuk tidak memenuhi agenda yang sudah dijadwalkannya.

Bangunan sudah siap sekitar dua minggu yll. Sebagian grondola juga sudah disiapkan tapi belum diatur. Urusan atur-mengatur ini memang menjadi sebagian dari keahlian saya (maksudnya, saya lebih ahli dibanding istri saya), makanya istri saya menyerahkan urusan tur-attur ini kepada saya, selain karena terkait dengan urusan angkat wal-junjung.

Mengatur tata ruang toko dan menyusun posisi rak atau grondola kelihatannya perkara sederhana. Namun bisa jadi runyam karena harus mengepas-paskan ketersediaan grondola dengan ruang yang terbatas agar tampak rapi, teratur, enak dilihat dan nantinya jadi nyaman dikunjungi.

Akhirnya selesai juga, sementara. Sebab ternyata masih diperlukan grondola tambahan beserta asesorinya, lemari etalase dan beberapa perangkat toko lainnya. Dengan kata lain, masih diperlukan biaya tambahan untuk itu. Dan, tadi boss saya sudah memberi jadwal untuk hari Senin besok, antara lain ngedrop barang ke “Madurejo Swalayan” Prambanan atau sebut saja Madurejo 1, lalu membeli rak untuk kantor, mencari info untuk tambahan grondola dan perangkat komputernya. Ugh….., capek deh…..

Inti dari cerita ini sebenarnya adalah : “Mohon Doa Restu” untuk Madurejo 2. Hal yang sebenarnya klise dan kedengaran seperti basa-basi. Kenapa tidak berdoa sendiri saja? (Terkadang pikiran buruk saya muncul…… Boro-boro minta doa orang lain sedangkan orang lain itu untuk mendoakan dirinya sendiri saja belum tentu ingat apalagi sempat….. Mohon maaf bagi yang merasa jadi orang lain).

Kalaupun tidak ada yang mendoakan…., saya akan tetap ingin berbagi dongeng tentang serial Madurejo 2. God willing wal-insya Allah…..

Yogyakarta, 5 April 2009
Yusuf Iskandar

Kaitkata: , , , , , ,

11 Tanggapan ke “Menuju Madurejo 2 : Menyusun Grondola”

  1. titok semarang Berkata:

    Saya jadi tergoda sekaligus bahagia berbunga bunga menikmati “penderitaan” sedulur kinasih Kang Mas Yusuf , yang sudah sedemikian menggeloranya memuntabkan rasa cinta kasih sayang nan tulus buat isteri seorang. Wuah, ini bukan pengalaman yang dilebih lebihkan . Saban orang semestinya memiliki pengharapan serta nafsu linuwih yang sama , hanya mungkin Mas Yusuf ini terlihat lebih telaten , tulus, tumuk ninah pada kekasih tercintanya.
    Bukan perkara mudah tunduk dan munthak muanthuk pada perintah sang isteri kekasih pujaan tercinta, sebagai seorang lelaki tangguh , jantan , pilih tanding , dalam hati kecil kita selalu muncul sak klebat perasaan sok linuwih yang angkuh tiada tara saat menerima detuman metraliur permohonan sang kekasih kinasih tiada dua, tapi tidak buat Kang Masku brengos mlinting njaplang yang satu ini… “….maka saya merasa tidak enak untuk tidak memenuhi agenda yang sudah dijadwalkannya….” demikian ungkap mesra kasih sayang beliau … alangkah indahnya.
    Maka dari itu , Bismillahhirrohmannirrohimmm… mugi mugi ketampi anggenipun Kang Mas Yusuf matak aji , mbrebes mili nyuwun dedongo kagem Gusti Allah Swt , supadhos dipun paring anugerah ingkang kathah, mulyo , tumekoning koyo , nir ing sambikolo. Semoga terkabul segala cita dan cintanya , terkhusus buat Madurejo 1 dan 2, semulia rasa cinta dan cita buat sang kekasih tersayang isteri pujaan nan tiada duanya.

    Sembah sungkem .,

    TitO’Semarang
    JuaraGan Susu Sari Kedelai Bubuk
    Merk BEE +Plus 69
    024 70262521

  2. madurejo Berkata:

    Mas Tito yang baik,
    Waduh…, klambiku dadi sesak kabeh, njuk ora biso turu. Sampeyan pintar membuat saya merasa tersanjung. Alhamdulillah, matur nuwun — Sak jane yo sederhana saja. Tiga minggu saya “egois” menguasai 100% waktu untuk dolan-dolan ke Papua. Padahal istri sedang menyiapkan ubo rampe mau buka toko. Maka ketika sudah pulang, sepantasnya kalau gantian sebagian besar waktu untuk membantu istri, juga anak-anak. Ben ora diarani sak geleme dhewe… he..he… — Agunging sembah nuwun untuk dukungan dan doa tulus sampeyan. Mugi Gusti Kang Murbeing Dumadi tansah paring kamulyan, berkah lan wujuding gegayuhan. Mudah-mudahan kesuksesan menyertai usaha dan kerja keras kita semua. Amin — Nuwun & salam.

  3. Pejay Berkata:

    Pak setelah membaca blog ini, ada keinginan utk merubah warung sy mjd swalayan. Tapi yg mjd ganjalan, lokasi warung sy di nggunung. Mohon advisenya. Trimakasih

  4. madurejo Berkata:

    Pak Pejay,
    Seberapa ‘nggunung’-nya warung Anda? Keputusan untuk mengubah warung kita menjadi swalayan tentu atas pertimbangan agar nantinya dapat menarik konsumen lebih banyak. Jika setelah diamati dan dipelajari, lalu kita yakin dengan mengubah warung kita menjadi swalayan, konsumen kemudian akan menjadi lebih suka, tertarik dan merasa dimudahkan dalam berbelanja, maka saya pikir hal yang bagus kalau bisa direalisasi. Salam.-

  5. Pejay Berkata:

    Matursuwun pak saranya, skg sy agak lebih ngeh.. Tp masih krg pede utk merubah warung sy mjd mini swalayan. warung saya dari pusat kota salatiga sekitar 11 km, atau berada di jalan tembus tengaran-kopeng. Selama ini omzet sekitar 500rb -1 jut perhari. Pertanyaan sy, dengan omzet segitu, ‘cucuk’ nggak jika sy hrs berinvestasi ber jut jut utk merubah warung sy mjd swalayan?

  6. madurejo Berkata:

    Coba dilakukan “quick count”, berapa kira-kira kenaikan omzet bisa dikejar jika tampilan toko di-upgrade. Lihat-lihat potensi pengunjung jika tampilan dan daya tarik toko diubah. Lalu dikalkulasi berapa tambahan modal diperlukan untuk mengubah warung jd swalayan. Bisa jd tahap awal belum ‘full-computerized’, melainkan tampilannya (sevicenya) dulu dg swalayan. Dari situ baru bisa kita putuskan ‘cucuk’ apa enggak. Setahu saya lokasi Anda cukup ramai dan potensial, barangkali layak dipertimbangkan.

  7. Agus Riyadi Berkata:

    ..wah pak Yusuf udah bertambah maju ya swalayannya…jadi kepengen nih…masih impian nih pak….

  8. honey Berkata:

    selamat pak, uda lama ga kunjung ternyata madurejo punya ddk toh, moga tokonya ramai slalu ya, pak

  9. madurejo Berkata:

    Nuwun doanya…
    Ayo mas Agus, mudah-mudahan impiannya bisa sgr diwujudkan….

  10. Natalia Muse Berkata:

    Pak Yusup, (sambil mengingat cerita Yusup yg pandai menterjemahkan mimpi raja) andainya semua orang pintar dan bijak seperti anda ( I want to say ‘you’ sbg kamu tapi nanti dikira krg ajar, sedang ‘anda’ koq aneh banget kedengarannya), maka maju pesatlah negara kita karena orang yang paling bodopun sangup mencerna pelajaran dan hikmah perjalanan sukses mu yang tidak khawatir saingan atau semacamnya. Saya hanya sanggup membaca tulisan dan comment secara random, namun terus terang keinginan going back to read besar sekali hingga membuat pekerjaan ku terbengkalai. Lebih seru drpd membaca Harry Potter. Pelan tapi pasti permukaan toko dll usaha di Indo akan lebih sumringah krn orang memahami arti ‘pengalaman belanja yang menyenangkan / convenient’ dan menerapkanya secara gethok tular.
    Mudahan Tuhan selalu memberkati kesehatanmu supaya tetap bisa menulis dan membagi cerita hidup dengan kita disamping menyelesaikan tugas dan kewajiban se-hari2 sbg suami dan kepala keluarga,

  11. madurejo Berkata:

    Natalia, it’s OK, whatever you feel comfortable… Banyak terima kasih utk support dan doanya. Mudah-mudahan saya masih punya kesempatan untuk terus berbagi. God speed & warmest regards…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.