Berikut ini catatan-catatan pendek kegiatan berbagi pengalaman bisnis ketika berada di kota tambang Tembagapura, Mimika, Papua, yang sempat saya posting di Facebook (saya tulis ulang dengan penyempurnaan penulisannya agar lebih enak dibaca).
Yusuf Iskandar
———-
Lebih Cepat Lebih Baik
Ada teman nggrundel : “Bagaimana memulai berwirausaha ya…?”. Maka ajakan saya mengutip jargon : THINK BIG, lalu START SMALL, lalu ACT NOW… Kalau baru MAU ACT, di dunia ini banyak rombongannya. Tapi kalau ACT NOW – Lebih Cepat Lebih Baik….., nah ini perlu jurus dewa rada mabuk, lalu nggeblak tidur dulu, ketika bangun tahu-tahu usahanya sudah berdiri….. Teman saya misuh-misuh lalu ngabur…..
Tembagapura, 26 Mei 2009
—–
Sharing Bisnis Di Masjid
Malam ini saya diminta sharing pengalaman perbisnisan di depan jama’ah masjid Darussa’adah Tembagapura.
Pertanyaannya : Bagaimana kiat menjadi karyawan tapi sekaligus juga menjadi pengusaha sukses? Jawaban saya singkat : “Tidak Mungkin”. Sebab yang kemudian akan terjadi adalah korupsi, minimal korupsi waktu dan fasilitas (di depan jamaah masjid tea….). Yang mungkin dilakukan adalah menjadi karyawan tetapi sambil belajar membangun bisnis. Setelah bisnis mulai berkembang, monggo milih : mbisnis sambilan, jadi koruptor atau resign…
(Waduh…. Sebab ya memang tidak ada menjadi pengusaha sukses kok juga menjadi karyawan di tempat lain. Tapi kalau sekedar bisnis sambilan, bisa. Mempercayakan bisnis ke orang lain, juga bisa. Tapi pasti hasilnya tidak maksimal… Jadi? Selagi jadi karyawan, mulailah sekarang juga untuk belajar berbisnis….. Setelah itu? Monggo milih itu tadi….)
Tembagapura, 23 Mei 2009


Kaitkata: bisnis, facebook, karyawan, mimika, papua, tembagapura
27 Mei 2009 pukul 10:06:49 |
Pak yusuf, tapi kalo pns jadi pengusaha kayaknya mungkin lho pak, lha won masuk jam 7.15 pulang jam 13.30, kerjaanya juga nggak banyak kok
28 Mei 2009 pukul 19:56:29 |
Untuk usaha sambilan, mungkin sekali pak. Apalagi kalau “lokasi” usahanya berada dekat atau tidak terpisah jauh dari tempat kerja utama (entah PNS atau swasta lainnya). Tetapi semakin maju usaha, pasti akan semakin sulit memilah-milah antara waktu “milik” negara dan waktu “milik” pribadi. Slm.
13 April 2011 pukul 14:55:45 |
mempunyai cita-cita besar (think big) jaramg dimiliki bangsa kita yg cita-cita tertingginya ‘menyandang ijazah
18 April 2011 pukul 20:45:04 |
Antara kebanggaan di satu sisi dan keprihatinan di sisi yg lain…