Usaha Toko Sebagai Ibadah

Seorang pelanggan tokoku membritahu : “Toko ini agak sepi karena ada yang ‘tunggu’ dan ‘menghalang-halangi’…”, ini kata-kata berbau mistis bin klenik. Yang tunggu memang ada, pegawai saya. Yang menghalang-halangi juga ada, pagar depan… Dia menyarankan agar tokonya ditaburi garam. Walah…, lha njuk asin kabeh tokoku… Padak-ke gereh pedo… (emangnya ikan peda)

***

Niat awal saya buka usaha toko adalah untuk ibadah kepada Allah. Kalau sekarang ditengarai ada yang ‘menghalang-halangi’, ya tinggal lapor : “Hey Tuhan, katanya ada yang ‘menghalang-halangi’ tokoku, kalau Sampeyan masih berkepentingan dengan ibadahku pada-Mu melalui toko ini, please deh, mbok sy dibantu…”. That’s it! Nggak pakai garam seperti ikan peda, apalagi ketik reg spasi klenik! (Takut dibilang: ‘kamu enggak cocok di toko, cocoknya di air…’ Lha yo ciblon wae…)

Yogyakarta, 16 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Kaitkata: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.