Arsip untuk Maret, 2010

“Mobile-mart” van Bintaran, Jogja

28 Maret 2010

(Seorang teman di Bekasi yang sedang memulai bisnis mie Belitung dengan merek ‘Kibi-kibi’, terinspirasi untuk membuat Mobil Warung (Morung) yang akan digunakan untu melebarkan sayap usahanya berjualan mie Belitung. Really a smart idea….. Berani tampil beda)

(Note : Dikutip dari status saya di facebook)

Yogyakarta, 4 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Hari Gajian

28 Maret 2010

Maka sampailah pada saat-saat yang membahagiakan, yaitu hari gajian para pegawai toko. Saya ikut bahagia karena menurut daftarnya saya ikut menerima gaji sebagai ‘sopirintendant’ (dari kata dasar ‘sopir’). Hanya saja ‘boss’ saya suka kura-kura dalam perahu, gajiku dikonversi dalam bentuk lain. Yo wis, nurut saja, wong sama ‘boss’, daripada nanti gajiku dibatalkan malah sentresss wal-kelimpungan aku..

Note : Dikutip dai status saya di Facebook. Seorang rekan memberi komentar :

Lufi Rachmad – Bandung:

Setuju Mas, saat membagikan gaji kepada karyawan memang sangat membahagiakan… merasa digunakan sebagai kepanjangan tangan Allah berbagi rejeki dengan yang lain. Gimana kemajuan Maduredjo versi 2?

Catatan saya:

Puji Tuhan wal-hamdulillah, Madurejo v.2 (Bintaran Mart) masih merangkak maju….

Yogyakarta, 4 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Bakso Pak Giman, Madurejo

28 Maret 2010

Lebih 20 tahun pak Giman (55 th) midar-mider mendorong gerobak baksonya. Bukan waktu yang pendek. Kini dia mulai kelelahan, nampak pada guratan wajah tuanya. Lalu mendirikan gubuk 4 x 4 m2 di atas tanah simboknya, berjualan bakso dan soto, sejak 10 hari yll.

Siang tadi kuajak putriku mampir ke kedai pak Giman, bukan karena baksonya (iya juga sih, tapi sedikit..), namun lebih untuk silaturrahim karena pak Giman adalah tetangga baru dekat tokoku…

(Baksonya pak Giman, biasa saja tapi banyak penggemarnya. Barangkali karena taste-nya pas dengan indra pencecap masyarakat seputar Madurejo)

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Musim Panen Di Madurejo

28 Maret 2010

Musim panen telah tiba. Hamparan sawah dengan padi menguning di kawasan Madurejo mulai dipanen, seolah berpacu dengan datangnya musim hujan. Tanaman padi dipotong di pangkalnya, kemudian dirontokkan bulir padinya dengan cara dipukul-pukulkan, lalu rontokan padinya dimasukkan karung, untuk kemudian diangkut ke penggilingan padi dijadikan beras.

Tiada lagi pemandangan petani yang menuai padi seperti nyanyian: “potong padi ramai-ramai, di sawah…”

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Pintu Rejeki

28 Maret 2010

Irama hidup ini memang fluktuatif turun-naik. Contohnya: Dari FB turun ke BBM, dari BBM turun ke warung, dari warung turun ke kesepakatan bisnis, akhirnya naik motor pulang… Akad awalnya memang sederhana: nge-teh bareng di warung, nggak dapat bisnisnya ya dapat nge-tehnya…

Kalau akhirnya usaha Cuci Helm yang kemudian dipilih, semoga Tuhan merestui sebagai pintu rejeki. Dan, aku bersyukur turut menunjukkan dimana pintu itu berada…

(FB : Facebook, BBM : BlackBerry Messenger.

Seorang teman tertarik dengan usaha Cuci Helm, maka malam itu saya membantu menjelaskan segala sesuatunya. Bisnis Cuci Helm sudah saya jalani selama setahun ini. Lokasi gerainya : “Devano” Cuci Helm, Jl. Kusumanegara 278, Yogyakarta)

Yogyakarta, 17 Maret 2010
Yusuf Iskandar

(Note : Dikutip dari status saya di Facebook)

Sepatu Crocs

28 Maret 2010

Di Jakarta: Saya pernah mengantar teman beli sepatu karet merk Crocs, harganya Rp 699.000,- tapi sekarang sedang obral dan diperebutkan ribuan orang dalam sehari.

Di tokoku Madurejo, Sleman: Sepatu karet merk ‘seadanya’, harganya Rp 27.500,- tapi sepi pembeli hingga berminggu-minggu.

Keduanya saya test dengan cara saya tekan sekuat-kuatnya dengan kuku jempol, sama-sama tidak membekas. Bukan soal salah-benar atau baik-buruk, cuma ya huweran saja…

Yogyakarta, 16 Maret 2010
Yusuf Iskandar

(Note : Dikutip dari status saya di Facebook)

Masa-masa Omset Merosot

2 Maret 2010

Mengawali tahun 2010 banyak pebisnis ritel mengeluh omsetnya merosot seperti tanah longsor. Saatnya melakukan re-freshing, re-charging dan re-vision tentang ngelmu bisnis. “Kalau mereka mau berpikir”, kata Tuhannya orang Islam dalam kitab suci. Tapi ternyata berpikir itu tidak mudah. Yang mudah ya tidak usah dipikirin, sebab enaknya bisnis ritel itu kalau makanan dan minuman enggak laku ya dimakan dan diminum sendiri, rokok enggak laku ya diudut sendiri…

Yogyakarta, 25 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.