Lebih 20 tahun pak Giman (55 th) midar-mider mendorong gerobak baksonya. Bukan waktu yang pendek. Kini dia mulai kelelahan, nampak pada guratan wajah tuanya. Lalu mendirikan gubuk 4 x 4 m2 di atas tanah simboknya, berjualan bakso dan soto, sejak 10 hari yll.
Siang tadi kuajak putriku mampir ke kedai pak Giman, bukan karena baksonya (iya juga sih, tapi sedikit..), namun lebih untuk silaturrahim karena pak Giman adalah tetangga baru dekat tokoku…
(Baksonya pak Giman, biasa saja tapi banyak penggemarnya. Barangkali karena taste-nya pas dengan indra pencecap masyarakat seputar Madurejo)
Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: bakso, madurejo, pak giman, soto, tetangga baru