Resepsi pernikahan pegawai toko saya. Hidangan pesta yang sangat sederhana tapi enak dan nikmat. Nasi putih, sambal goreng, acar, kerupuk, teh manis. Dipersiapkan bersama-sama sanak keluarga dan tetangga. Secara ekonomi jelas lebih hemat (tak usahlah dibandingkan dengan di kota), tapi secara sosial-budaya kok sepertinya ada “greget” yang selama ini jarang kurasa. Sungguh beruntung menjadi orang desa, tak terusik peradaban yang (acapkali) hingar-bingar tak tentu arah…
(Resepsi pernikahan bertempat di rumah seorang pegawai toko saya, di desa Sawo, Prambanan, Sleman, DIY. Dari desa Madurejo dimana toko saya berada masih masuk ke arah timur)
Yogyakarta, 19 April 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: acar, greget, peradaban, pernkahan, sambalgoreng
21 April 2010 pukul 20:22:21 |
Mantap tu bos Numpang baca ya bro n salam kenal, mau belajar neh..
27 April 2010 pukul 9:32:07 |
Monggo…