Arsip untuk Agustus, 2010

Menuliskan Testimoni

27 Agustus 2010

Tiba-tiba datang permintaan untuk menuliskan sebuah testimoni (untuk endorsement) sebuah buku baru, yaitu buku terjemahan tentang “Bisnis Ritel” yang akan diterbitkan Tiga Serangkai Group; direncananya akan diluncurkan pada Oktober 2010. Teriring doa (mumpung lagi puasa Ramadhan), semoga buku itu nantinya laris manis tanjung kimpul, terjual habis rejekinya ngumpul, yang berkahnya mengalir juga ke Madurejo Swalayan…

Yogyakarta, 25 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Dinding Keikhlasan

27 Agustus 2010

Menjelang berbuka sore tadi Jogja hujan. Di perjalanan pulang di satu penggal jalan terlihat lebih sepi. Padahal pada hari-hari sebelumnya selalu padat penjual ransum berbuka, terutama penjual es-esan, seperti es buah, dawet, cendol, kelapa muda, dsb. Es yang mereka siapkan mungkin telah mencair bersama hujan. Pada kemana mereka?

Tentu alam tidak sedang mempurukkan bisnis mereka, melainkan mungkin me-reschedule-nya. Dan di antara dua kemungkinan itu terdapat dinding keikhlasan…

Yogyakarta, 24 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Harga Diskon

27 Agustus 2010

Tiga hari yll. saya membeli lampu neon + travo dalam jumlah agak banyak, minta diskon benar-benar tidak dikasih. “Harganya sudah pas”, katanya. Hari ini membeli lagi tambahan lampu dan asesorinya di toko yang sama, dengan orang yang sama, tapi dihargai lebih murah, bahkan minta diskon pun diberi. Jadi?

Dalam banyak kasus, diskon itu bukan soal harga atau untung-rugi, melainkan soal feeling atau rasa, seperti cinta (walaupun cinta tidak sama dengan harga diskon).

Yogyakarta, 24 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Antara Tanggal 1 Dan Tanggal 20

25 Agustus 2010

Maka sampailah kepada saat yang membahagiakan…, mbayar listrik pada hari terakhir dan tidak terlambat, mumpung listrik belum naik (kalau nanti listrik naik, ya tetap juga harus mbayar. “Enak aja…!”). Uang sekian ratus ribu yang dikeluarkan pada tanggal 1 atau 20, bagi seorang bakul mracangan, ya jelas sekali bedanya…

(bakul mracangan : pedagang eceran kebutuhan sehari-hari)

Yogyakarta, 20 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Mencicipi Kue Kering

25 Agustus 2010

Seorang teman ingin titip jual produk kue kering di tokoku. Lalu datang ke rumah bawa 11 macam kue kering; kaastangel, putri salju, orange cookies, moka almon, dkk… “Untuk sampel, dicicip dulu”, katanya. Icip-icip tapi buanyak… Yo wis, alhamdulillah.

Waktu mau mencicipi, wah…jadi nggak enak nih… Setelah benar-benar mencicipi, wah……ternyata enak banget… (Mbak Yayuk Priyambodo: Trims, tokoku siap menjualkan)

Yogyakarta, 15 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Piaraan Ikan Lele

11 Agustus 2010

Memandangi piaraan 500 ekor ikan lele di kolam belakang toko yang seprana-seprene sudah delapan minggu segitu-segitu saja.

Kok nggak besar-besar ya….”, kataku.
Mendengar aku grundelan sendiri, ‘boss’-ku tanya: “Lha dikasih makan nggak?”.
Enggak…”, jawabku.
“Ya, pandangi saja terusss…”, katanya sambil ngeloyor pergi.

Yogyakarta, 29 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Ketika Memutuskan Banting Setir

11 Agustus 2010

Seorang teman yang kelamaan berada dalam comfort zone, puluhan tahun bekerja di perusahaan di tempat jauh, kini pensiun dini untuk berwirausaha dan kembali ke kampungnya. Lalu kirim SMS: “Anakku bingung menjawab pertanyaan apa pekerjaan bapaknya…”. Sebab satu-satunya pekerjaan yang diketahui anaknya adalah menjadi karyawan PT ‘X’… (Ternyata banting setir dari Tangan Di Bawah menjadi Tangan Di Atas, terkadang tidak sesederhana membalik posisi tangan…).

(Tangan Di Bawah : simbolisasi untuk orang gajian, Tangan Di Atas : simbolisasi untuk pengusaha)

Yogyakarta, 26 Juli 2010
Yusuf Iskandar

KD Jaga Toko

11 Agustus 2010

Diam-diam rada kesal juga melihat ‘boss’-ku akhir-akhir ini, pagi-siang-sore-malam, kalau lihat TV suka sekali memelototi berita tentang Kris Dayanti. “Sebenarnya Kris Dayanti itu malah kasihan..”. Halah.., sempat-sempatnya ibu ‘boss’ ini kasih komentar.

Tapi bagiku itu justru memunculkan ide cemerlang (rasanya belum pernah saya punya ide secemerlang ini). Lalu kubilang kepada ‘boss’: “Coba Kris Dayanti itu suruh jaga toko aja, di Madurejo sana…”.

Yogyakarta, 25 Juli 2010
Yusuf Iskandar

——-


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.