Maka sampailah kepada saat yang membahagiakan…, mbayar listrik pada hari terakhir dan tidak terlambat, mumpung listrik belum naik (kalau nanti listrik naik, ya tetap juga harus mbayar. “Enak aja…!”). Uang sekian ratus ribu yang dikeluarkan pada tanggal 1 atau 20, bagi seorang bakul mracangan, ya jelas sekali bedanya…
(bakul mracangan : pedagang eceran kebutuhan sehari-hari)
Yogyakarta, 20 Agustus 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: bakul, bayar listrik, mracangan, pedagang eceran