Tiga hari yll. saya membeli lampu neon + travo dalam jumlah agak banyak, minta diskon benar-benar tidak dikasih. “Harganya sudah pas”, katanya. Hari ini membeli lagi tambahan lampu dan asesorinya di toko yang sama, dengan orang yang sama, tapi dihargai lebih murah, bahkan minta diskon pun diberi. Jadi?
Dalam banyak kasus, diskon itu bukan soal harga atau untung-rugi, melainkan soal feeling atau rasa, seperti cinta (walaupun cinta tidak sama dengan harga diskon).
Yogyakarta, 24 Agustus 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: diskon, harga diskon, neon, rasa, untung-rugi
16 September 2010 pukul 15:13:48 |
diskon tergantung mood? Setuju boss. Kadang kita membedakan customer berdasarkan ikatan kedekatan emosional..Gak fair ya.
17 September 2010 pukul 10:47:56 |
Sepertinya memang tdak fair. Tapi itu praktek KKN yang legal, wajar dan bisa diterima. Sebab bagaimanapun juga ada trik2 dalam marketing untuk menjaga dan mempertahankan pelanggan, sepanjang tidak dimaksudkan untuk merugikan pelanggan lainnya, melainkan menangkap peluang “lebih”-nya.