Arsip untuk September, 2010

Melihat Dari Sudut Pandang Berbeda

20 September 2010

Ketika saya bercerita tentang mengubah mind set, tidak serta merta dimaksudkan agar para lulusan sekolah itu menjadi pengusaha dan bukan pencari kerja, melainkan agar sempat melihat “sistem pemberi-pencari kerja” dari sudut pandang berbeda. Sehingga apapun yang dilakukannya kelak akan diputuskan dengan sepenuh kesadaran terhadap konsekuensinya secara profesional. Dan mengubah mind set itu tidak semudah menghabiskan lontong opor lebaran…

Yogyakarta, 17 September 2010
Yusuf Iskandar

Siapa Yang Memberi Pekerjaan?

20 September 2010

Kata Jusuf Kalla di Padang: Jika dilakukan survei kepada anak-anak di Indonesia tentang cita-cita mereka, lebih banyak menjawab ingin menjadi dokter, guru, tentara atau pilot, dan tidak ingin menjadi pengusaha. Ketika memberi pembekalan kepada mahasiswa baru di almamaterku, kutanya apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti? Semua menjawab: mencari kerja.

Tidak ada yang salah dengan semua itu, kecuali meninggalkan pertanyaan: “Lalu siapa yang kebagian tugas memberi pekerjaan?”

Yogyakarta, 17 September 2010
Yusuf Iskandar

Paham Sistem Perkomputeran

20 September 2010

Rupanya paham sedikit-sedikit (paham kok cuma sedikit?) tentang sistem komputer itu perlu, jika pekerjaan kita bersangkut dan berpaut dengan perkomputeran. Inilah yang terjadi ketika sistem komputer toko trouble, saya sendiri hanya tahu setengah-setengah, nggak punya pegawai yang paham, tidak ada tukang servis buka karena pada tidak mau diganggu makan opor ayam lebaran…, sementara toko sedang panen raya. Lha, tobat tenan… “Boss” saya jadi seperti pecas ndahe..., eh pecah ndase…

(ndase: kepalanya)

Yogyakarta, 16 September 2010
Yusuf Iskandar

Temanku (Juga) Panen Raya

20 September 2010

Seorang teman yang belum lama “banting setir” dari karyawan menjadi wirausahawan dan pernah studi banding per-minimarket-an ke tokoku di Jogja (atas biaya sendiri tentu saja, boro-boro minta dibayarin 240 juta tetangganya…), berbagi cerita. Katanya tokonya di Pati (Jateng) yang sudah buka sejak sebelum Ramadhan, sempat turut menikmati panen raya Lebaran. Puji Tuhan wal-hamdulillah, senang sekali rasanya mendengar kisah sederhana itu…

Yogyakarta, 16 September 2010
Yusuf Iskandar

Studi Banding Ke Madurejo

20 September 2010

Seorang pembaca blogku datang ke Madurejo ingin belajar tentang seluk wal-beluk membuka minimarket-nya yang ada di Banjarbaru, Kalsel. Bagaimana memulainya?. Pertanyaan pertama yang selalu saya dengar.

Saya mengapresiasi semangat entrepreneurship-nya, melakukan studi banding ke Desa Madurejo dalam rangka membekali diri sebelum Action. Jauh lebih baik ketimbang studi banding ke luar negeri minta dibayari 240 juta tetanggganya yang hanya bisa geleng-geleng kepala..

Yogyakarta, 15 September 2010
Yusuf Iskandar

Rejeki Pak Giman

20 September 2010

Warung soto-bakso Pak Giman tetanggaku di Madurejo, lebaran ini laris manis. Siang tadi saya mampir silaturrahim, ternyata sudah ludes bahkan banyak yang kecele. Hari-hari biasa habis sekitar 3 kg daging, lebaran ini sampai 15 kg/hari. Wow!

Semakin hujan.., semakin pantat pak Giman tidak kelihatan, saking larisnya (memangnya tidak pake celana?)…. Tuhan memang luar biasa! (ngurus rejeki setiap mahluk maksudnya, bukan ngurus celana pak Giman)

Yogyakarta, 14 September 2010
Yusuf Iskandar

Komputer Tokoku Kecapekan

20 September 2010

Setelah kerja terlalu keras saat panen raya lebaran, komputer tokoku kecapekan. Setiap kali dihidupkan selalu minta maaf, katanya: “We apologize for the inconvenience, but Windows did not start successfully”. Bolak-balik-bolak begitu terus. Tidak mau masuk ke sistem. Di-reinstall Windows-nya tidak mau, cuek saja. Padahal tergolong baru, belum layak buang. Tak pukul monitornya malah ‘boss’ saya yang teriak… SOS..SOS..SOS…

Yogyakarta, 13 September 2010
Yusuf Iskandar

Deg-degan Di Malam Lebaran

12 September 2010

Seninya bisnis ritel. Saat pebisnis lain sudah menutup buku catatan keuangan di malam takbiran dan sibuk dengan opor ayam, pebisnis ritel justru sedang deg-degan mengumpulkan keuntungan cepek-nopek dari pembelanja kebutuhan lebaran.

Deg-degan makin kencang kalau ingat dua hari sebelumnya hari hujan sehingga omset turun dari yang diprediksi sebelumnya, sedang barang modal yang telanjur disetok lebih banyak dan belum lunas itu tetap harus dibayar usai lebaran.

Madurejo – Sleman, 9 September 2010
Yusuf Iskandar

Arak-arakan Malam Takbiran

12 September 2010

Arak-arakan penggembira takbiran itu
tak berhenti hingga menjelang tengah malam
bapak, anak, cucu, handai taulan
semua larut dalam pesta takbiran semalaman..

Kita telah kembali kepada fitri
kita telah meraih kemenangan
seru mereka..

Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah
Segala puji bagi Allah
sanjung mereka bagi Tuhannya..

Semoga benar
pencapaian tertinggi dan terindah itu
memang pantas dirayakan
disyukuri
dan lebih-lebh dipertahankan..

Selamat Idul Fitri

Madurejo – Sleman, 9 September 2010 (malam Idul Fitri 1431H)
Yusuf Iskandar

The Show Keeps Go On

12 September 2010

Salah satu hal yang ditakuti setiap menjelang panen raya lebaran bagi pebisnis ritel-modern-kecil adalah trouble komputer. Dan sekarang terjadi di kasir “Bintaran Mart”. Gubrax…!, dan transaksi pun terganggu. ‘Boss’ jadi panik bin stress (kalau sudah begini jangan coba-coba diganggu, bisa batal THR-ku).

Saya tidak punya ilmunya, melainkan didongani wae…(didoain saja). Dan, the show keeps go on… Ahamdulillah, ada langkah darurat.

Yogyakarta, 6 September 2010
Yusuf Iskandar

Benar Tapi Tidak Dapat Dibenarkan

6 September 2010

Mau bukber, ujuk-ujuk anak lanang mampir toko berbelanja. Mentang-mentang toko milik ortunya, giliran ke kasir bilang ke ibunya: “Gak usah bayar ya, kan tokonya ibu…”. Jawab ibunya: “Lha kok enak?” –

Logika anak lanang benar. Tapi dalam bisnis, tidak setiap hal yang nampak “benar” itu dapat “dibenarkan” dan tidak setiap hal yang dapat “dibenarkan” itu “benar”. Intinya? Ya tetap harus bayar!

“Kalau gitu, minta uangnya…”, katanya. Woo…dasar!

(bukber : buka bersama)

Yogyakarta, 4 September 2010
Yusuf Iskandar

Mengubah Mind Set

4 September 2010

Pagi tadi mendadak diminta untuk mengisi ‘pembekalan’ bagi mahasiswa baru di kampus almamater tercinta (UPN “Veteran” Ngayogyakarta Hadiningrat). Karena modal yang saya miliki “kompor”, maka yang bisa saya bekalkan ya panasnya “kompor”, alias menjadi “tukang kompor” bagi para calon professional di bidang masing-masing. Mengubah atau merevisi mind set, itulah substansinya.

(Note: Satu di antara mind set yang perlu diubah atau direvisi adalah pola pikir bahwa tahapan setelah lulus sarjana adalah mencari kerja, perlu ditambah dengan pola pikir bagaimana menciptakan lapangan kerja, alias menjadi entrepreneur)

Yogyakarta, 1 September 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.