Arsip untuk Oktober, 2010
25 Oktober 2010
Hari ini anak wedok ulang tahun. Sejak siang tadi dia stand by di toko. Di depan toko diadakan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan”, dengan Ki Dalang Seno Nugroho. Bukan.., bukan untuk merayakan ulang tahun anak wedok. Wayang kulit itu acara berbeda, yaitu dalam rangka peresmian renovasi kompleks gereja St Yusup Bintaran Yogyakarta, yang kebetulan lokasinya ada di depan toko kami, “Bintaran Mart”.
Yogyakarta, 23 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bintaran, gereja bintaran, semar mbangun kahyangan, wayang kulit
Ditulis dalam SEPUTAR BINTARAN | 2 Komentar »
25 Oktober 2010
Beberapa waktu yll saya diminta oleh penerbit Tiga Kelana untuk menuliskan endorsement untuk buku barunya. Hari ini saya menerima kiriman buku tsb, berjudul: “Berani Memulai & Menjalankan Bisnis Ritel yang Sukses”, terjemahan dari karya Deborah Penrith, dengan latar belakang usaha ritel di Inggris, tebal 184 hal.
Saya tidak tahu buku ini dijual dengan harga berapa. Lumayan buat tambahan referensi.
Yogyakarta, 23 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:buku baru, deborah penrith, referensi, ritel di inggris, tiga kelana
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | 2 Komentar »
25 Oktober 2010
Saya selalu wanti-wanti kepada kasir tokoku agar bekerja cak-cek (gesit dan lincah) dan bukan klelat-klelet (lambat dan lelet). Umumnya konsumen akan rela mengantri (walau lama) untuk bertransaksi sepanjang dilihatnya kasir telah bekerja cak-cek itu tadi. Maka salah satu cara untuk menghargai konsumen adalah dengan menunjukkan semangat tinggi dalam bekerja dan bertindak, untuk melayani…
Yogyakarta, 22 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bertransaksi, kasir toko, melayani, menghargai konsumen, wanti-wanti
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | 2 Komentar »
25 Oktober 2010
Anak lanang datang ke toko, ikut makan pecel lele. Tapi pulangnya mbungkus untuk dikasihkan kakaknya. Rupanya dia sedang “berbisnis”. Tadi kakaknya nitip uang 10 ribu minta dibelikan makan. Menu pecel lele pun diberikan, tapi uang yang 10 ribu masuk saku.
Anak lanang bukan tidak jujur, hanya tidak mengatakan yang sebenarnya. Memang tidak ada yang dirugikan. Ketika kukirim SMS bahwa kakaknya tanya uang yang 10 ribu, jawabnya: “Kekekekek…”.
Yogyakarta, 21 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:anak lanang, berbisnis, pecel lele, tidak jujur
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
25 Oktober 2010
Pagi-pagi mancing lele di kolam belakang toko. Itu yang tadi dilakukan seorang pegawai toko Madurejo, Jogja. Maka siang ini semua pegawai pesta pora makan siang dengan pecel lele sepuasnya. Pemiliknya juga…(kalau ini wajib). Lalapan mentimun, tomat dan daun kemangi yang dipetik di pinggiran sawah yang daunnya lebar-lebar.
Order kerja spesial untuk besok, besoknya dan besoknya besok, masih sama: Lanjutkan pestanya, habiskan lelenya…!
Yogyakarta, 21 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:kemangi, kolam ikan, madurejo, order kerja, pecel lele
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | 1 Komentar »
25 Oktober 2010
(1)
Seorang teman ingin buka minimarket sendiri (bukan waralaba), dan bertanya: “Bagaimana memulainya?”. Pertanyaan klasik dan selalu seperti itu. Jawabannya pun klasik: “Ya seperti kalau mau buka warung…”. Tentu ada kelanjutannya.
Kalau belum punya tempat, carilah yang strategis. Kalau sudah punya tempat, berjuanglah agar tokonya maju dan berkembang. Caranya? “Nanti ketemu sendiri…”.
(2)
“Kok ketemu sendiri”? Kalau punya toko saja belum, tapi sudah ketakutan kalau tidak laku, ya malah nggak jadi buka toko. Yang saya maksud “ketemu sendiri” adalah, jika sudah telanjur punya toko maka siapapun pasti akan berjuang keras untuk mengatasi setiap kendala yang terjadi.
Maka biasanya saya tanya: “Apa sampeyan sungguh-sungguh menyintai dan siap menekuni bisnis minimarket?”. Kalau “Ya”, maka itulah aset gratis untuk menuju “ketemu sendiri” itu tadi.
Yogyakarta, 21 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:aset gratis, buka toko, buka warung, mnimarket, waralaba
Ditulis dalam MEMETIK PELAJARAN BISNIS | Tinggalkan sebuah Komentar »
25 Oktober 2010
Memilih bidang usaha itu seperti memilih pasangan, sehingga mencintai bisnis juga seperti mencintai pasangan. Maka mati-matian, apapun akan dilakukan untuk menjaganya, mempertahankannya, menyelamatkannya, mengupayakan kesembuhannya ketika sakit, mencari jalan keluar ketika kepentok, bangkit ketika terpuruk.
Ada gairah, semangat, energi, yang kualitas-kuantitasnya sering tidak masuk akal dimiliki orang-orang yang sedang jatuh cinta, maka jatuh cintalah pada bidang bisnis yang dipilih.
Yogyakarta, 20 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bidang bisnis, jatuh cinta, mencintai bisnis, terpuruk
Ditulis dalam MEMETIK PELAJARAN BISNIS | Tinggalkan sebuah Komentar »
25 Oktober 2010
Seorang teman yang masih orang gajian berniat usaha minimarket. Katanya: “Biar istriku yang mengelola”. Istrinya langsung teriak: “Ah nggak mau. Aku nggak bisa dagang. Nggak punya bakat”.
Inilah soalnya. Dagang atau bisnis itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan bakat. Bisnis itu ketrampilan yang dapat dipelajari dan dilatih. Syaratnya mau kerja keras untuk belajar dan menjadi terlatih. So? Bisnis itu bukan gawan bayi (bawaan lahir), tapi bayi itulah hasil bisnis.
Yogyakarta, 19 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bakat bisnis, gawan bayi, minimarket, orang gajian
Ditulis dalam MEMETIK PELAJARAN BISNIS | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Oktober 2010
“Use it or lose it”, slogan anjuran dari Asosiasi Alzheimer (MetroTV pagi ini). Intinya, agar otak jangan nganggur, terus berpikir positif, melakukan sesuatu yang baru, yang beda, betapapun sederhananya, untuk menstimulasi otak kita.
Maka percayalah, menulis adalah bagian dari upaya itu. Sebab dengan menulis otak akan terus terangsang untuk berpikir. Menulis tentang apa saja dan jangan pedulikan hasilnya melainkan nikmati.., enjoy the process..!
Yogyakarta, 12 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:alzheimer, berpikir positif, enjoy the process, menulis
Ditulis dalam TENTANG MENULIS | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Oktober 2010
Sambil menunggu “boss” inspeksi ke tokonya di Bintaran, Jogja, tidak jauh dari toko ada warung soto ayam murah-meriah. Soto ayam “Bu Sisil” namanya. Kalau umumnya memakai judul panggilan sang bapak, agaknya Bu Sisil ingin tampil beda.
Biarpun ini jenis soto komboran pojok perempatan, tapi taste-nya lumayan. Pelanggannya para pelajar dan pegawai. Semangkok soto isinya komplit dengan suwiran ayam, irisan tempe dan tahu bacem, juga perkedel. Hmm…
Yogyakarta, 12 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bintaran, bu sisil, soto ayam, soto komboran, suwian ayam
Ditulis dalam SEPUTAR BINTARAN | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Oktober 2010
Sebagai petugas among (penerima) tamu di acara pernikahan, saya harus mengenakan pakaian tradisional beskap gaya Jogja (karena ada gaya Solo). Yang paling ribet adalah waktu memakai kainnya, itu juga mesti dibantu si ibu perias. Saya bilang kepada ibu perias: “Wah, kalau dikejar kirik (anak anjing) atau mau ke toilet gimana ya?”. Eh, rupanya ada tekniknya untuk nyincing (mengangkat kain) agar lebih leluasa kaki bergerak. Hahaha…sukka…!
Yogyakarta, 10 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:among tamu, beskap, gaya jogja, the boss, the driver
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
18 Oktober 2010
Memperbaharui kesaksian pelaku bisnis ritel: “There is no electricity but PLN and gen-set is the substitute..”. Maka pergilah “boss” membeli genset. Tapi bingung ketika ditunjuki ada yang 100% asli Jepang, setengah Cina, sepertiga Cina, seperempat Cina & 100% Cina, tergantung komponennya.
Walau hubungan Jepang-Cina baik-baik saja, tapi soal kualitas dan harga ternyata beda jauh. Sedang genset harus ada, agar uang cepek-nopek tidak lolos ketika PLN moddarr...
Yogyakarta, 7 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bisnis ritel, cina, electricity, genset, PLN
Ditulis dalam SEPUTAR BINTARAN | Tinggalkan sebuah Komentar »
9 Oktober 2010
“Boss” saya terpaksa mem-PHK dua orang pegawainya. Yang satu karena suka pacaran di toko pada jam kerja padahal sudah diingatkan berulang kali. Yang satu karena susah diatur untuk bertanggung-jawab terhadap jadwal kerjanya. Dalam bahasa bisnis dikatakan punya tabiat yang kontra-produktif (yang cenderung semakin menjengkelkan). Dalam bahasa “boss” saya dikatakan “daripada… nambahi pikiran”. Klasik sekali, tapi harus diselesaikan (ya di-selesai-kan hubungan kerjanya itu tadi)
Yogyakarta, 6 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jadwal kerja, kontra-produktif, pacaran di toko, PHK
Ditulis dalam SEPUTAR BINTARAN | 2 Komentar »
9 Oktober 2010
Seorang pembaca blog bertanya: Apakah dalam tahap-tahap awal mendirikan minimarket bisa di-manage dari jarak jauh?
Saran saya: Sebaiknya ditangani sendiri agar kita tahu persis trik-trik dan celah-celahnya. Kalau dari awal langsung diserahkan kepada orang lain, bisa saja sebenarnya, tapi dari banyak pengalaman ini terlalu riskan. Juga kita akan kehilangan kesempatan untuk belajar dan memahami benar seluk-beluknya (Re: minimarket yang bukan waralaba)
Yogyakarta, 2 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jarak jauh, minimarket, pembaca blog, riskan, waralaba
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
1 Oktober 2010
”Banting setir” (alih profesi) memang nampaknya sederhana. Tapi tidak demikian jika orientasi mind set tidak siap. Takut, kurang pede, bingung, awing-awangen (kebayang jauh)…
Ketika siang-siang datang ke (toko) Madurejo Prambanan seorang teman yang sedang cuti dari kerjanya di Saudi dan petang-petang datang ke (toko) Bintaran Jogja seorang teman dari Malang, maka adalah sebuah kesyukuran kalau sempat berbagi pengalaman. Ilmunya tak seberapa, tapi spirit-nya ittuu…
Yogyakarta, 26 September 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:alih profesi, banting setir, bintaran, malang, mind set, saudi
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
1 Oktober 2010
Angin kencang dan hujan deras melanda Jogja dan sekitarnya. Status: Waspadaaaaa….
(Status siang jam 14:24 WIB)
***
Siang tadi Jogja dilanda angin kencang dan hujan deras. Saatnya pembelajaran. Anak wedok kirim SMS: “Wauuuw ada angin beliung gede di (toko) Bintaran…”. Lalu SMS “boss” saya: “(Toko) Madurejo anginnya kencang banget dan hujan deras…”.
Balasanku ke dua tujuan: “Saat yang sangat baik dimana doa sangat dekat untuk dikabulkan…”. Eh, dibalas cepat sama “boss” saya: “Amin”. Ya kubalas lagi: “Apanya yang diamini wong berdoa saja belum…”.
Yogyakarta, 25 September 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:angin beliung, angin kencang, bintaran, madurejo, pembelajaran
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
1 Oktober 2010
Malam tiba lalu turun hujan deras, “boss” saya komentar: “Wah, omset turun lagi nih..”. Fakta itu benar, ada korelasi antara hujan dan jumlah pengunjung toko. Tapi ketahuilah, justru pada saat-saat “tidak menyenangkan” seperti itulah jarak antara doa dan dikabulkannya begitu dekat.
Maka strateginya: mundur selangkah untuk maju berlangkah-langkah, yang di antara keduanya tersisip keikhlasan dan doa (sebab mau ikhlas atau enggak ikhlas, hujan dan omset tetap turun…)
(Seseorang berkomentar minta diberi “ramuan ikhlas” untuk modal persiapan launching toko barunya, agar nanti kalau sepi pengunjung sudah punya resep menghadapinya…..
Maka jawab saya: Bayangkan ketika membuka toko seperti ketika berniat untuk sholat. Libatkan Tuhan di dalamnya, maka karena itu, Beliau akan “turut merasa berkepentingan” terhadap toko atau sholat kita. Wallahu a’lam…)
Yogyakarta, 23 September 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:keikhlasan, korelasi, omset turun, pengunjung toko, ramuan ikhlas
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
1 Oktober 2010
Usai sholat Ashar tadi saya mampir ke sebelah masjid di Madurejo beli kelapa muda. Bukan karena lagi ngidam, melainkan karena yang jual adalah tetangga masjid langgananku, sekedar ingin berbagi rejeki.
Tak kuduga “mekanisme” rejeki bekerja begitu cepat. Kulihat ada tanaman sirih merah dan pepaya merah, juga kemangi (yang ini tidak merah), dan aku …diberi bibitnya (setelah kuminta tentu saja…). Terutama pepaya merah yang termasuk tanaman herbal langka.
(Jadi benar, bawha balasan dari langit seringkali tak terduga dan berlipat “nilainya”…)
Yogyakarta, 18 September 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:herbal langka, kelapa muda, mekanisme rejeki, pepaya merah, sirih merah
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »
1 Oktober 2010
“Boss” ingin mengajak anak lanang mengunjungi toko agar tahu perkembangannya sekaligus me-refresh tentang spirit of entrepreneurship, sedang anak lanang selama ini kurang tertarik bahkan untuk sekedar menengoknya. Akhirnya deal, anak lanang mau ikut (ke toko) asal mampir beli bakso dekat toko (habis dua mangkuk, lagi..).
Selesai mbakso? Wassalam, tidak ada lagi itu kisah tentang spirit-spiritan…, sebab anak lanang langsung tidur di belakang toko. Woo…
(Note : Yang pasti spirit kewirausahaan itu tetap perlu ditanamkan, kapanpun timing yang dianggap tepat…)
Yogyakarta, 18 September 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bakso, kewirausahaan, spirit of entrepreneurship
Ditulis dalam SEPUTAR MADUREJO | Tinggalkan sebuah Komentar »