Lama aku tidak mampir ke tukang gorengan langgananku. Ibu penjual gorengan asal Temanggung itu bakwannya siiip tenan… Kusodori uang lima ribu, lalu ditukar dengan 10 biji bakwan dan tempe goreng. Cabenya? Waaa, hanya empat gelintir… Ugh!
Yang menarik bukan bakwan atau cabenya, tapi suaminya yang sebelumnya kerja buruh ngalor-ngidul sekarang buka usaha gorengan sendiri di tempat lain. Nampaknya kini sudah menemukan mind set-nya berwirausaha.
Yogyakarta, 17 Januari 2011
Yusuf Iskandar