(1)
Minggu pagi ibunya anak-anak masak nasi goreng bumbu standar. Tapi sepertinya kurang laku. Daripada dibuang sayang… Kubuka kulkas, kuambil wortel, buncis, cabe merah, cabe rawit, daun bawang, seledri, bawang merah, chicken nugget dihancurkan. Ditumis setengah masak, dicampur nasgor bumbu standar. Disajikan dengan kol, tomat, mentimun. Dimakan dengan kerupuk kampung… Lha kok nasgornya jadi woenaaak tenan…!
(2)
Yang namanya nasi goreng itu sejak jaman belum ada penggorengan sampai tadi pagi, ya seperti itu bentuk dan rasanya. Tapii soal citarasa dan ke-enak-an hasilnya, tergantung pada cara mengolahnya. Maka kalau ada warung nasgor, yang satu sepi pembeli dan yang lain pembelinya ngantri, pasti karena cara penanganannya beda (selain faktor dukun…, yang ini abaikan deh!).
So? Biarkan semuanya biasa-biasa saja, tapi bedakan cara penanganannya (bahasa gaulnya: management).
Yogyakarta, 1 Mei 2011
Yusuf Iskandar