Database toko tiba-tiba menghilang tak tahu rimbanya, padahal komputernya tidak diapa-apakan. Karuan saja ‘boss’ saya panik, karena saat transaksi harus pakai kalkulator bakul beras yang angkanya besar-besar setelah lebih dulu lihat label harga.
Untungnya secara periodik selalu di-back up. Tapi tak ayal untuk me-restore harus thunak-thunuk (jalan meraba-raba) karena tidak ada yang paham urusan itu. Tetap saja harus membuang waktu yang tidak perlu. Uuuugh..!
Yogyakarta, 8 Juni 2011
Yusuf Iskandar
30 Juni 2011 pukul 23:19:41 |
Wah terima kasih sharenya, Pak. Untuk bisa jadi kehati-hatian. Kebetulan saya coba develop dan pelihara sendiri systemnya. Tapi yang namanya jaringan server-client sering terganggu. Harus rajin backup memang.
18 Juli 2011 pukul 12:16:48 |
Benar pak. Harus rajin nge-back up file data.